Tank

Kamis, 05 Januari 2012

Serial Leopar 2 kesepuluh:
(Lanjutan varian Leopard 2)

[Image: Pionierpanzer-3.jpg]
Pionierpanzer 3 Kodiak


Leopard 2 AEV (Pionierpanzer 3 Kodiak)

Pionierpanzer 3 (PiPz 3) Kodiak adalah kendaraan tempur lapis baja yang baru dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata modern melalui pengembangan efektivitas dan fungsionalitas. Tank ini mengkombinasikan teknologi tempur modern dan spesifik dengan komponen dari MBT Leopard 2.

Misi:
- Membangun atau membuang rintangan-rintangan
- Penyapuan ranjau
- Misi pertolongan dan misi pada area bencana

Pasar:
- Swiss
- Seluruh pemakai MBT Leopard 2

Fitur Utama:
- Sasis Leopard 2
- Ekskavator yang terpasang di tengah
- 2 alat angkat, masing-masing daya angkatnya 9 ton (jaringan quadruple ganda sampai 62 ton)
- Alat sapu ranjau
- Military Loading Class 70 (MLC 70)

Data Teknis:
- Panjang: 10.20 m
- Lebar: 3.54 m
- Tinggi: 2.30 m
[Image: Pionierpanzer3-04.jpg]
Pionierpanzer 3 Kodiak with mine-plough

Pionierpanzer 3 Kodiak dapat juga digunakan sebagai kendaraan lapis baja penyapu ranjau, sebagai dozer dengan bajak ranjau besar. Apapun konfigurasi yang dipakai untuk tank ini, beratnya tetap terjamin untuk mengikuti Military Loading Class 70 (MLC 70).

Sejak purwarupanya diluncurkan pada musim gugur 2003, tank ini telah diuji oleh Swiss, Belanda dan Denmark. Uji coba tambahan juga dilakukan di Swedia. Beberapa negara sudah menunjukkan ketertarikan pada tank ini untuk kontrak produksi massa di masa yang akan datang.

Panzerpionier 3 Kodiak menyediakan teknisi-teknisi perang dengan sebuah alat multifungsional, tidak seperti "Swiss Army Knife" yang terkenal. Kodiak dilengkapi dengan ekskavator, dua alat angkat dan blade dozer yang dapat dimiringkan yang dapat diganti-ganti sesuai kebutuhan.

[Image: Pionierpanzer3-02.jpg]
Pionierpanzer 3 Kodiak, of the Swiss Army.

Kodiak juga dapat sangat berguna di situasi non perang, sebagai contoh untuk pertolongan bencana alam seperti badai, gempa bumi atau banjir, maupun untuk skenario rekonstruksi pasca-konflik.

[Image: Leo2pso-02.jpg]
Leopard 2 PSO Technology Demonstrator - New threats call for new responses.


Leopard 2 PSO

Situasi keamanan politik di abad ke-21 telah berubah. Dunia tidak lagi terpecah menjadi dua, barat dan timur. Angkatan bersenjata Jerman dan sekutunya di NATO, tidak lagi hanya berurusan dengan perang dalam dua pihak dan musuh potensial sekarang ini tidak lagi dapat diprediksi. Konflik saat ini telah tersebar di seluruh pelosok dunia, biasanya terjadi karena situasi politik di dalam negeri suatu negara. Ancaman tidak lagi berasal dari sebuah angkatan bersenjata, tetapi dapat berasal dari organisasi fundamentalis, teroris dan bahkan dari individu. Untuk misi “membuat” perdamaian dan mempertahankan perdamaian, Krauss-Maffei Wegmann mendesain LEOPARD 2 for Peace Support Operations (PSO). Dengan ketegasan dan ketegasan militer, sangat mobile dan dengan perlindungan maksimum, tank ini juga cocok untuk melawan target tunggal dan beroperasi dalam wilayah alami maupun buatan. KMW memperkenalkan tank demonstrator jenis ini pada 2006.

Dengan tank keluarga Leopard 2, 13 angkatan bersenjata dari berbagai negara dilengkapi dengan sistem yang canggih yang sekarang dapat diadaptasikan dalam operasi urban dan ancaman asimetris. Leopard 2 PSO dikonsentrasikan untuk masalah ini. Tank ini dilengkapi dengan proteksi menyeluruh, sebuah senjata sekunder yang dapat dioperasikan di bawah perlindungan lapis baja, opsi untuk melengkapi tank ini dengan alat tak mematikan, sistem kamera canggih untuk opservasi jarak dekat, kemampuan pengintaian canggih, cahaya pencarian, dan blade dozer untuk menghancurkan barikade.

Operasi perdamaian di masa yang akan datang akan semakin penting untuk angkatan bersenjata. Kejahatan terorganisasi, terorisme internasional, dan perdagangan narkotika menjadi ancaman serius di berbagai negara. Oleh karena itu, angkatan bersenjata harus dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi dan kebutuhan, terutama operasi berurutan secara intensif dan jarak dekat menghadapi target berlapis baja, serta untuk misi kemanusiaan. Pada intinya Leopard 2 PSO merupakan teknologi MBT yang diadaptasikan untuk ancaman hari ini dan masa datang.
[Image: Leopard2-PSO-01.gif]
LEOPARD PSO.

Ada lanjutannya lagi lo SmileSmile

Peace All SmileSmile
[Image: Leo2A6-Side-Draw.gif]
LEOPARD 2A6 Drawing.

LEOPARD 2A6 MAIN BATTLE TANK - SPECIFICATIONS

Crew: 4
Weight: 62 metric tons
Length: 7.7 m
Width: 3.7 m
Height: 3.0 m
Armament: 1 x Rheinmetall 120 mm L55 smoothbore gun; 1 x coaxial 7.62 mm machine gun; 1 x 7.62 mm anti-aircraft machine gun
Maximum speed: 72 km/hr
Maximum range: 500 km
Powerplant: MTU MB 873 multi-fuel, 1500 hp
Transmission: Renk HSWL 354
Gunner's sight: Rheinmetall Defence Electronics EMES 15 with thermal channel and laser rangefinder
Commander's sight: Rheinmetall Defence Electronics PERI-R17A2 with thermal channel


MAIN CONTRACTOR:
Krauss-Maffei Wegmann GmbH
Krauss-Maffei Wehrtechnik GmbH, the company's defense division, merged with Wegmann [S[A[F[E[and]L]I]N]K] Co. GmbH, Kassel, in a joint venture, Krauss-Maffei Wegmann GmbH [S[A[F[E[and]L]I]N]K] Co. KG, Munich (KMW). The merger was approved by the German anti-trust authority and became effective on January 1 1999, The defense division was disincorporated on December 31 1998. KMW is now a market and technology leader in the field of armored vehicles and well-positioned to operate successfully in an environment of growing internationalization of defense companies and shrinking national defense budgets.

CONTRACTORS:
Ametek Rotron - Brushless Motors, Fans and Blowers
AVITRONICS Pty Ltd - Laser Warning Systems for Combat Vehicles
Behr Industrietechnik - Cooling and Air-Conditioning Systems
BEI Precision Systems [S[A[F[E[and]L]I]N]K] Space Division - Optical Encoders, Scanners and Accelerometers
CelsiusTech Vetronics - Fire Control Systems
COMET GmbH - Battlefield Simulation Ammunition
Diehl Remscheid GmbH [S[A[F[E[and]L]I]N]K] Co - Armoured Vehicle Tracks
ERA Technology Ltd - Military Design and Development Consultancy
Evans [S[A[F[E[and]L]I]N]K] Sutherland - Visual Systems for Simulation
Giat Industries - Ammunition
LITEF GmbH - Land Navigation Systems
MaK System Gesellschaft MBH - Heavy Armoured Support Systems
MaK System Gesellschaft MBH - Land Systems
MPE Limited - Electrical Filters for EMC / RFI / EMP / HMP / TEMPEST
PIETZSCH Neue Technologien GmbH [S[A[F[E[and]L]I]N]K] Co. KG (PNT) - Defence Technology System and Component Development
RENK - Tank Transmission System
Rheinmetall W [S[A[F[E[and]L]I]N]K] M GmbH - Ammunition and Weapon Systems for Ground Forces
Rheinmetall W [S[A[F[E[and]L]I]N]K] M GmbH - Gun Systems and Weapon Components
RKS S.A. - Slewing Bearings and Special Bearings
SIGNAAL Communications - Tactical Communication Systems/Networks, Digital Vehicle Intercom Systems
SpanSet International - Lifting, Lashing and Personal Safety Systems
STN ATLAS Elektronik GmbH - Electronic Equipment and Systems
Weibel Scientific Ltd - Doppler Radar Systems

Kisah Leopard 2 dah selesai....
Selanjutnya sesuai request bro Fikri, saya akan bahas MBT M1 Abrams...

Peace All SmileSmile
Yuk Kita lanjuuut..... MBT M1 Abrams dari http://www.fprado.com, sesuai permintaan bro Fikri.
Sangat detail dan nantinya akan membutuhkan waktu lama untuk posting seperti Leopard 2...

Serial M1 Abrams pertama SmileSmile

MBT M1 Abrams

[Image: Abrams-M1A2.jpg]


M1 Abrams adalah MBT yang dibuat oleh Disvisi Sistem Darat General Dinamics AS. Tank M1 pertama diproduksi pada 1978, M1A1 pada 1985 dan M1A2 pada 1986. Produksi M1 dan M1A1 untuk AD AS sudah selesai. Lebih dari 8.800 M1 dan M1A1 diproduksi-3.273 tank M1 diproduksi untuk AD AS. 4.796 tank M1A1 dibuat untuk AD dan Marinir AS, dan 555 tank diproduksi bersama dengan Mesir. Mesir telah memesan 200 m1A1 tank lagi yang produksinya dilanjutkan pada 2005. 77 tank M1A2 dibuat untuk AD AS, 315 unduk Arab Saudi dan 218 untuk Kuwait.

Untuk Program Upgrade M1A2, lebih dari 600 tank M1 Abrams diupgrade menjadi konfigurasi M1A2. Pengirimannya dimulai pada 1998. AD AS berencana untuk memproduksi total 1.150 tank M1A2 SEP tetapi akhirnya diputuskan untuk dilakukan pembatalan untuk produksi M1A2 di masa datang pada tahun fiskal 2004. Akan tetapi pada Juni 2005 perintah untuk upgrade 60 tank M1A2 ke konfigurasi SEP dilakukan. 60 tank selanjutnya dipesan pada Agustus 2006 dan 180 pada November 2006. Produksi M1A1 dan M1A2 baru sekarang sudah dalam fase akhir untuk penjualan Militer asing. Pada Maret 2004, AD Australia mengumumkan untuk membeli 59 M1A1 yang mulai beroperasi pada 2007. Kontrak ditandatangani pada November 2005 dan lima tank pertama diserahkan ke Australia pada Februari 2006 di GDLS Lima, Ohio. 18 tank pertama dikirim ke AD Australia di School of Armour, Victoria pada September 2006. Sisanya, 41 tank dikirim pada Maret 2007 ke Darwin.

Pada Juni 2006, Saudi Arabia meminta penjualan 58 M1A1 dan mengupgrade M1A1 dan 315 M1A2 ke konfigurasi M1A2S. Upgrade ini termasuk membuat tank tampak seperti baru lagi, sesuai dengan Program Managemen Terintegrasi Abrams AD AS. Pada Agustus 2007, Mesir memesan 125 M1A1 tank tambahan, yang membuat armada Mesir mempunyai 1.005 tank M1A1.

Tiga versi tank Abrams sekarang beroperasi, yaitu model M1 original yang mulai beroperasi pada awal 1980an, serta dua versi baru M1A1 dan M1A2. Seri M1A1 mulai diproduksi dari 1985 hingga 1993, mengganti meriam utama M1 105mm dengan mesiam 120mm dan mempunyai banyak pengembangan termasuk pada suspensi, turret baru, proteksi lapis baja dan sistem proteksi NBC.

Versi M1A2 mempunyai seluruh fitur yang ada pada M1A1 ditambah dengan penjejak termal independen milik komandan tank, ruang senjata komandan tank independen dengan imager termal generasi kedua, display komandan untuk peta wilayah berwarna, penjejak termal generasi kedua dengan jarak pandang lebih jauh, display terintegrasi dan sistem manajemen thermal untuk driver, peralatan navigasi posisi, dan sebuah unit interface radio dan data digital yang memberikan kelebihan untuk M1A2 di medan perang.

Pada Februari 2001, Sistem Darat General Dinamics dikontrak untuk mensuplay 240 tank M1A2 dengan sebuah system enhancement package (SEP) pada 2004. AD AS berencana untuk memproduksi total 1150 M1A2 SEP, tetapi dibatalkan pada 2004. DRS Technologies juga mendapatkan kontrak, Firepower Enhancement Package (FEP), yang terdiri dari program update tank M1A1 milik Marinir AS dengan penjejak imaginery termal generasi kedua.

Pada Agustus 2006, Sistem Darat General Dynamics mendapatkan kontrak untuk membuat 505 tank urban survivability kits (TUSK) untuk tank Abrams milik AD AS. TUSK termasuk lapis baja reaktif tambahan, tameng meriam baja untuk loader (LAGS), telepon tank infantri (TIP) penjejak senjata termal Raytheon untuk loader dengan display Rockwell Collins dan kamera menghadap-belakang BAE System untuk driver (DRVC). TUSK mulai beroperasi pada akhir 2007 dan dioperasikan juga di Irak.

Pada 31 Juli 2008, Defense Security Cooperation Agency AS mengusulkan pada Kongres untuk penjualan tank M1A1 dan mengupgradenya menjadi M1A1M ke Irak. Total perkiraan nilai kontrak ini sekitar US$ 2,16 Miliar. Irak ingin membeli 140 M1A1, dan mengupgradenya menjadi M1A1M (sampai sekarang spesifikasinya belum diketahui), ditambah spare part untuk mendukung operasional M1A1.
[Image: m1abrams51.jpg]

Peace All...
Ditunggu lagi kelanjutan M1 Abrams.....
Lanjuut, serial M1 Abrams kedua

Origins of the M1 Abrams MBT

[Image: Chrysler_Prototype-02.jpg]

Kembali pada Oktober 1973, sebuah kejadian yang memberikan pengaruh terbesar dalam pengembangan MBT masa depan AS adalah perang “Yom Kippur” di Timur Tengah. Perang ini melibatkan tank dengan jumlah terbesar sejak Perang Dunia 2. Setelah investigasi dari peristiwa yang terjadi selama konflik ini, AD AS menyimpulkan bahwa munculnya persenjataan baru yang letalitasnya meningkat terungkap dalam Perang Arab-Israel di tahun 1973. Menghadapi ancaman alami ini, doktrin AS baru ditetapkan sebagai prioritas pembelaan NATO Eropa terhadap Pakta Warsawa yang superior secara kuantitas.

Tank M1 Abrams mewakili perubahan nyata desain tank AS sejak Perang Dunia II, dan desain ini mencerminkan tujuan untuk respon yang memadai terhadap ancaman utama di era itu. Keunggulan numerik dari pakta Warsawa di hampir semua hal jika senjata baru datang dalam bentuk dan teknologi konvensional. Hingga akhir tahun 1970an/awal tahun1980an, NATO tidak memiliki MBT yang cukup kuat di tiga dasar desain tank utama (daya tembak, perlindungan, dan mobilitas) yang diperlukan untuk memberikan keunggulan taktis di medan perang.

Namun, membuat merancang sebuah senjata seperti itu yang lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Sampai saat itu, tidak ada bangsa yang mampu mengembangkan tank yang unggul secara meyakinkan dalam hal daya ledak, perlindungan dan mobilitas. Yang paling digaris-bawahi adalah bahwa desainer tank terpaksa membuat kompromi antara berat dan mobilitas, dan ini mengakibatkan, pada bagian atas skala, tank dengan daya tembak yang baik dan perlindungan yang memadai, mobilitasnya akan jelek (seperti Chieftain, Inggris), atau pada akhir skala, Tank yang daya tembaknya memadai dan perlindungannya sedang, maka mobilitasnnya akan baik (seperti AMX-30/32 Perancis). Kemampuan untuk membuat sebuah tank yang bagus dalam tiga aspek dasar dalam desain tangki hanya mungkin dilakukan dengan penggabungan teknologi baru. Hal ini terjadi pada tahun 1970an.

Cara AD AS bekerja pada pengembangan tank baru sangat berbeda dengan cara Jerman/Amerika pada proyek MBT-70; alih-alih mencoba untuk membuat tank terbaik di dunia, mereka memilih untuk membuat tank yang terbaik dengan anggaran terbatas. Dengan perspektif ini, tujuan telah ditentukan dengan urutan prioritas: tingkat keselamatan awak; kinerja akuisisi target dan survey; kemungkinan tembakan tepat pada tembakan pertama dan tembakan selanjutnya; waktu minimal untuk membidik dan menembak target; mobilitas di medan berat; integrasi peralatan tempur dan persenjataan; keselamatan peralatan; lingkungan awak; silhouette; akselerasi dan perlambatan; amunisi dan penyimpanannya; faktor manusia; produksi; rentang operasional; kecepatan; pemeliharaan; potensi pertumbuhan; peralatan pendukung; dan transportability.

Dalam studi untuk desain tank terbaik dan produksi dengan biaya terendah, AD AS memilih untuk membuat tender kompetitif antara Chrysler Corporation (yang telah membuat M-60) dan General Motors Corporation (yang telahmembuat MBT-70), dengan kemungkinan untuk alternatif solusi. Salah satu persyaratan utama adalah untuk mengurangi biaya dibandingkan dengan proyek MBT-70 yang gagal, adalah penetapan teknologi yang dipakai atau tidak dipakai dalam tank baru.

Pada bulan Juni 1973 kedua kontraktor diberikan kontral untuk membuat purwarupa tank baru dengan kode M1, yang kemudian diberi nama tank Abrams (untuk Jend. Creighton Abrams). Tank ini telah diserahkan ke AD AS untuk uji coba pada bulan Februari 1976. Pada bulan November 1976 itu diumumkan, setelah empat bulan keterlambatan, bahwa tank dari Chrysler akan diproduksi. Produksi dimulai di Lima Army Modification Center di Lima pada tahun 1979 dengan tank produksi pertama diselesaikan pada tahun 1980
[Image: M1-Abrams-LIRP-svg-small.png][Image: XM1-LRIP-svg-small.png]
Tank-Tank M1 Produksi Awal, Kiri: “Tunderbolt” dan Kanan: Tank M1 dari program LRIP

Desain M1 terlihat menguntungkan sejak awal, dari baja khusus, penjejak “thermal imaging”, kontrol penembakan canggih, dan mesin turbin.

Konsep lapis baja khusus yang dikembangkan oleh British Army dari fasilitas penelitian di Chobham, Inggris, dan berdasarkan sistem klasifikasi lapisan dari composites keramik di dalam lapis baja, terpasang di atas plat baja normal. Baja baru ini, yang kemudian dikenal sebagai baja Chobham, yang memberikan perlindungan luar biasa terhadap amunisi (ATGM dan amunisi HEAT). Selanjutnya, Laboratorium Penelitian Balistik di Aberdeen Proving Grounds mulai melakukan program crash untuk mengembangkan lapis baja baru yang serupa untuk dipakai pada tank baru. Model Produksi Pertama Tank M1 Dasar dikirim ke AD AS pada tahun 1981, dengan berat sekitar enam puluh ton, sudah berisi persenjataan, dan telah dilengkapi dengan lapis baja ditambah dengan lapis baja komposit khusus baru (yang terdiri dari lapisan baja dan non-baja baja ditambah material penyerap panas dan goncangan), yang mampu mengalahkan amunisi HEAT yang berisi penetrator energi kinetis.

Walaupun standar produksi tank M1 dirancang untuk cocok dengan meriam 120mm Rheinmetall Jerman bila diperlukan, tank ini mempunyai meriam yang sama pada MBT M60, meriam M68A1 105 mm. Datangnya amunisi 105mm baru, khususnya penetrator DU yang mempu menembus RHA 420mm pada kemiringan 60° pada jarak 2000 meter. Amunisi ini membuat belum diperlukannya upgrade meriam baru hingga 1985.

M1 lebih cepat dan lebih mudah dikemudikan dari para pendahulunya, seri M60, dan mempunyai bentuk yang lebih rendah dan kecil. Selain banyak kemajuan dalam performanya, mesin turbin Textron Lycoming Agt-1500 jauh lebih reliabel dibandingkan dengan mesin diesel tangki, kemudian digunakan oleh AD AS. Masih ada keuntungan lain. Dengan pergantian mesin, walaupun bahan bakarnya lebih boros, kebisingan dikurangi sehingga operasi jauh lebih “sunyi”, sehingga banyak tentara memberikan julukan "Whispering Death" (“Bisikan Kemartian”).

Dengan semua aset yang dimiliki, ditambah dengan sistem kontrol penembakan baru yang menggabungkan semua teknologi terbaru (yang terdiri dari pencari laser, komputer balistik, penjejak “thermal-imaging” siang dan malam bagi gunner (penembak), sebuah sensor referensi laras meriam untuk mengukur distorsi tabung-laras meriam, dan Sensor angin). M1 Abrams membuat lompatan jauh ke depan dalam

Ditunggu kelanjutannya lagi ya SmileSmile

Peace Peace Peace
Serial M1 Abrams Ketiga:
Increased Protection and Lethality: The M1A1 Abrams MBT


Pengembangan dan peningkatan M1 Abrams dasar telah direncanakan dari awal pengembangannya untuk mengikuti dengan desain tank baru Soviet. Dengan demikian, lima model yang dihasilkan. Model asli, M1 dasar, dibuat dari 1984 sampai Januari 1985. Total produksi: 2374 tank.

Model yang kedua, yang diproduksi dari 1984 ke 1986, adalah Peningkatan Kinerja M1 (IPM1). IPM1 yang dibuat untuk membuat kelebihan dari berbagai perbaikan dari program M1A1, sebelum M1A1 telah siap untuk produksi penuh. Perbaikan ini di antaranya terdiri dari sebuah suspensi baru, modifikasi transmisi yang bervariasi, peningkatan perlindungan baja, dan desain ulang turret senapan M1A1 dan rangka rak. Penambahan berat sekitar 1 ton hanya mengurangi sedikit performa.
[Image: Abrams-Drawings-01.png]

Model yang ketiga, M1A1, atau M1 dengan Peningkatan Produk Blok 1, dimulai pada Agustus 1985. Di samping perbaikan yang dipasang ke tank IPM1, aset utam M1A1 adalah meriam smoothbore Rheinmetall 120mm Jerman. Studi AS pada meriam itu menyimpulkan bahwa meriam Jerman itu terlalu rumit dan mahal untuk standar Amerika, jadi yang digunakan adalah versi yang mempunyai bagian yang telah dikembangkan lebih sedikit, Meriam M256 120mm. Seiring dengan datangnya meriam baru, sejumlah perubahan yang terkait dengan sistem kontrol penembakan dilakukan.
[Image: M1A1-Abrams-Drawing.png]

Sejak Perang Korea, AD AS menemukan bahwa keuntungan utama taktis dalam tank tempur adalah kemampuan untuk melihat dan menembak musuh pertama kali. Akibatnya, penekanan besar telah ditempatkan pada pemakaian teknologi yang terbaik. Amerika Serikat memelopori semua technologi perbaikan di daerah ini, sejak pertama intensifikasi gambar pembidik malam di tahun 1960an, thermal imaging pada 1970an, dan akhirnya multi-sensor gelombang milimeter di tahun 1990an. Penjejak thermal telah terbukti memberikan efek dramatis selama Gulf War, karena sejak dipakainya teknologi ini tank AS dapat melihat tidak hanya pada malam hari, tetapi juga saat adanya "fog-of-war" dan kondisi cuaca buruk, seperti badai pasir.


Bersambung....

Peace All SmileSmile
oh oh baru tahu teryata dari macam2 benda berat teryata tank aja nyeniya juga ya bos ,wah tank lover welcome ya
Jo-8228 gw selalu senang ama posting2 yg loe bikn..
Top
TopTop
Selanjutnya, M1 Abrams seri keempat:

Daya Tembak


Meriam utama 120mm M256 tank M1A1 dapat menembakkan berbagai jenis amunisi, yang paling dikenal adalah amunisi M829A1 APFSDS-T (amunisi energi kinetis dengan tongkat penetrator panjang, yang terbuat dari uranium, dengan kecepatan peluru dari 1575 m/detik, dan jarak tembak efektif maksimum 3.500 meter, namun dapat menembakkan peluru ke target dengan jarak 4.000 meter yang telah berhasil dibuktikan selama Operasi Desert Storm), juga dikenal sebagai "Silver Bullet" pada Desert Storm. Amunisi M829A1 mulai dipakai pada tahun 1991.

Abrams juga memiliki komputer kendali penembakan digital onboard. Data jarak dari rangefinder laser akan ditransfer langsung ke komputer kendali penembakan, yang secara otomatis menghitung solusi kendali penembakan. Solusi ini mencakup 1) pengukuran sudut penembakan, 2) kelengkungan meriam utama diukur oleh sistem referensi laras meriam utama, 3) pengukuran kecepatan angin dari Sensor angin di atap turret dan 4) data dari sebuah Sensor lereng statis pendulum yang terletak di bagian tengah atap turret.

[Image: du-penetrator.jpg]
The DU penetrator, right after leaving the gun.

Penetrator uranium memiliki kepadatan dua setengah kali lebih besar dari baja dan memberikan karakteristik penetrasi tinggi, dan efek "pyrophoric". Ketika DU penetrator menembak/menghantam lapis baja milik tank, baik penetrator maupun bajanya, sebagian mengalami pencairan di bawah tekanan yang luar biasa. Setelah baja telah berlubang, bagian dari penetrator yang belum mencair, bersama dengan baja yang mencair dan fragmen menembus dan merusak bagian dalam tank. Hal ini biasanya menyebabkan kebakaran, dan jika mencapai tempat penyimpanan amunisi di dalam tangki, dapat mengakibatkan ledakan ledakan besar.

[Image: Firing-Danger-Zone.png]


Meriam utama 120mm M256 baru, dapat menembakkan amunisi M829A1 APFSDS-T (Armor Piercing, Fin Stabilized Sabot and Tracer) "Silver Bullet" yang sangat sukses melawan Tank buatan Soviet dan Cina selama Operasi Desert Storm. Amunisi lainnya termasuk M829 (sebuah versi awal dari M829A1, yang mulai digunakan pada 1985), dan M830 High Explosive Anti-Tank (HEAT, yang memiliki jangkauan maksimum efektif 3.000 meter). Peluru (M829A1) Panjang: 780 mm, berat: 4,9 Kg. Perkiraan kinerja penetrasi (M829A1): 610 mm pada 2000 meter.

Amunisi generasi berikutnya, yang disebut-120mm APFSDS T M829A2, mulai digunakan pada tahun 1994, dan merupakan amunisi penetrator baja yang diproduksi oleh General Dynamics Ordnance and Tactical Systems untuk meriam 120mm M256 dari tank M1A1 dan M1A2. Ini adalah teknologi perbaikandari M829A1, "Silver Bullet" Desert Storm. Amunisi baru memperlihatkan beberapa performa yang menguntungkan. Ini termasuk penggunaan proses manufaktur khusus untuk meningkatkan kualitas struktural penetrator uranium depleted. Ini, ditambah dengan penggunaan composites baru untuk sabot, bersama-sama dengan propelant baru, memberikan keunggulan kinerja penetrator. Gabungan fitur ini akan meningkatkan kecepatan peluru M829A2 sekitar 100 m/detik lebih besar dari M829A1 (hingga sekitar 1675 m/detik. Panjang proyektil: 780 mm, berat: 4,6 Kg. Perkiraan kinerja penetrasi: 730 mm pada 2000 meter.

Munisi 120mm APFSDS-T M829A3 adalah generasi ketiga dari amunisi uranium depleted. Amunisi ini akan menggantikan M829A1 dan M829A2. Amunisi dianggap sebagai amunisi anti-lapis baja terkuat di dunia. Amunisi M829A3 akan memberikan tank M1A1 dan M1A2 Abrams kemampuan penetrasi lapis baja yang lebih besar daripada generasi sebelumnya, dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, atau dapat diartikan sebagai letalitas yang lebih besar pada jarak jangkau yang lebih jauh. Penetrator energi kinetis Long-rod mempunyai berat 10,0 Kg, dan Panjang adalah 924 mm. Kecepatan peluru: 1.555 m/detik. Perkiraan kinerja penetrasi: 765 mm pada 2000 meter.

Amunisi 120mm APFSDS-T M829A3 telah disetujui untuk produksi pada 2003. Alliant Techsystems Inc (ATK) akan memproduksi sabot; beban, merakit dan pengepakan amunisi, serta memberikan dukungan logistik. Produksi M829A3 oleh dilakukan di Rocket Center, West Virginia.
Penetrator Energi Kinetik yang lebih baru seperti M829A2 dan sekarang M829A3, telah dikembangkan untuk mengalahkan desain lapis baja Kontakt-5, yang digunakan pada MBT T-80U dan T-90S. M829A2 yang merupakan respon cepat, yang dikembangkan untuk ERA jenis baru. M829A3 yang merupakan perbaikan lebih lanjut, yang dirancang untuk mengalahkan metode perlindungan lapis baja apapun di masa depan seperti lapis baja baru tipe Kaktus, yang saat ini hanya dilihat pada tank purwarupa seperti Tank T-80UM2 "Chiorny Oriol" (Black Eagle).


Masih bersambung lagi..... SmileSmile
Lanjutan, M1 Abrams seri kelima:


Proteksi:

[Image: M1A1HA-3rdACR-DStorm.jpg]
M1A1 HA (Heavy Armor) Abrams, 3rd Armored Cavalry Regiment "Brave Rifles" - Desert Storm, 1991.

M1A1 Abrams, sejak awal, telah diuntungkan dengan pemakaian baja komposit. Baja komposit menggunakan berbagai bahan yang berbeda kekerasan dan elastisitasnya, bahan penyerap panas dan goncangan, disusun berlapis dan seperti sandwich bersama, untuk memberikan peningkatan perlindungan terhadap ancaman tertentu, seperti tembakan-jamak dari amunisi Energi Kinetic (KE), dan Energi Kimia (CE). Baja pasif komposit dirancang untuk menyerap energi dari dampak benturan amunisi-tank, dan mencegah penetrasi dan kerusakan internal oleh peluru tajam atau efek sisa. Komposit baja biasanya diberikan dalam modul atau keramik, yang terdiri dari mosaik material yang keras (keramik), komposit lembut namun kuat (komposit serat) yang tertanam dalam matriks beton. Rencana frontal biasanya ditutup dengan bahan lembut, seperti karet atau komposit lainnya, yang digunakan untuk mengantisipasi dampak awal dan meminimalkan dampak kerusakan mosaik material internal, sehingga mempertahankan kemampuan perlindungan tembakan-jamak.

Salah satu modifikasi yang paling menarik dari seri M1A1 adalah baja komposit baru termasuk plat depleted uranium (DU). Baja ini sangat meningkatkan daya tahan terhadap amunisi energi kinetis. Selama Perang Teluk, M1A1 tanks dapat langsung membidik tank musuh dalam jarak pandang tank musuh dengan sedikit resiko kerusakan tembakan balasan musuh. Ini berarti bahwa tank M1A1 dapat menembak sasaran mereka, sementara tank Irak tidak dapat menembak, atau, jika mereka dapat menembak, tidak dapat merusak tank M1A1. Juga, karena DU baja, tidak ada satu pun tank AS yang telah terpenetrasi oleh tembakan musuh. Tank AS melakukan tembakan langsung jarak dekat ke tank buatan Soviet T-72 dan tank T-72M milik Irak, tetapi amunisi musuh tidak mampu menembus lapis baja tank M1A1. Model ini mempunyai fitur yang disebut M1A1 HA (Heavy Armor), dan memiliki perlindungan setara dengan 600 mm terhadap amunisi energi kinetis (APFSDS), dan 1300 mm terhadap hulu ledak energi kimia (ATGM dan amunisi HEAT).

Perlindungan baja model M1A1 Abrams saat ini jauh lebih baik dibandingkan dengan tank M1A1 asli yang terlibat dalam Perang Teluk (1991).

M1A1 Abrams-Pekiraan Level Proteksi Lapis Baja (1991):

Terhadap Energi Kinetik (dalam mm of RHAe):
Turret: 600-680
Glacis: 560-590
Hull badian bawah depan: 580-630

Terhadap Energi Kimia (dalam mm of RHAe):
Turret: 1.080-1.320
Glacis: 510-800
Hull badian bawah depan: 800-900

M1A1 Abrams (M1A1HC, M1A1HA, M1A1D)-Pekiraan Level Proteksi Lapis Baja (2002):

Terhadap Energi Kinetik (dalam mm of RHAe):
Turret: 800-900
Glacis: 560-590
Hull badian bawah depan: 580-650

Terhadap Energi Kimia (dalam mm of RHAe):
Turret: 1.320-1.620
Glacis: 510-1.050
Hull badian bawah depan: 800-970

RHAe=Rolled Homogeneous Armor Equivalent: sebuah perbandingan ketebalan RHA dari tipe lapis baja terhadap penembusan misil/amunisi ke lapis baja.


Selama Perang Teluk hanya 18 Abrams tanks dipensiunkan akibat kerusakan peperangan: sembilan rusak permanen, dan sembilan lainnya dapat diperbaiki, terutama kerusakan akibat ranjau. Tidak ada satu awak Abrams pun yang tewas dalam konflik, selama dalam perlindungan baja M1A1, akibat tembakan musuh. Korban terjadi, tetapi karena kasus dari senjata AS sendiri. Terdapat beberapa laporan kegagalan mekanis.

Abrams telah menggunakan lapis baja depleted uranium (DU) sejak tahun 1988. Pada tahun 1996, sebuah perubahan rancangan paket lapis baja dibuat oleh AD AS dan diproduksi oleh General Dynamics Land Systems (GDLS) melalui Perubahan Request XMPP-2083 pada Oktober 96 dan efektif dengan Job 
#1 
M1A2 Phase II AUT. Penggunaan lapis baja DU adalah fitur utama yang membedakan tank Abrams dari berbagai peralatan yang umumnya diterima oleh militer dan industri. Penggunaan depleted uranium (DU) saat ini pada paket M1 Abrams Battle Tank Utama (MBT) Heavy Armor Sistem telah dievaluasi ulang untuk menentukan apakah dampak lingkungannya pada penggunaan berkelanjutan tetap tidak-signifikan, dengan pertimbangan penggunaan tank dan Nuclear Regulatory Commission's (NRC) melalui pengurangan paparan rasiaso yang diijinkan dari 500 mrem/tahun ke 100 mrem/tahun untuk awak tank dan pemeliharaan (individu anggota masyarakat). Seperti sistem senjata yang telah siap dipergunakan, MBT M1 telah diproduksi dan diterjunkan sejak awal tahun 1980-an. Selama waktu itu, banyak penilaian teknis, lingkungan dan kesehatan telah selesai dilakukan. Dokumen-dokumen ini mengurangi dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.


Masih bersambung.....
Peace All SmileSmile
serem-serem alat perang ini...kenapa yah setiap negara main canggihan mesin penghancur
dilanjut boss, MBT china dan korea barangkali ada
Postingan yg menarik boss ....... Top
USA M1A2 MBT Abrams
[Image: 121_Abrams_M1A2_1_tn.jpg]

[Image: 846_Abrams_M1A2_2_tn.jpg]

[Image: 538_Abrams_M1A2_3_tn.jpg]

[Image: 676_Abrams_M1A2_4_tn.jpg]

[Image: 263_LAND_M1A2_TUSK_lg_display_tn.jpg]

[Image: 389_M1A2_002_tn.jpg]

[Image: 211_M1A2_500_tn.jpg]
tank ini adalah penyempurnaan dari versi sebelumnya, yakni M1A1.sebanyak 1.150 unit telah dibuat oleh amerika dengan berbagai penyempurnaan pada sistemnya untuk digunakan mulai tahun 2004.sistem penerjemah perintah dan fungsi pada sistem kontrol adalah bagian yang berhasil disempurnakan.dengan indera pencitraan dengan deteksi panas dan tampilan grafik yang berwarna serta dengan penambahan pada jangkauan pengliihatan telah membuat tank ini unggul dalam mendeteksi sekelilingnya secara visual.moncong senapannya berdiameter 120mm,mampu memuntahkan berbagai jenis amunisi termasuk M829APFSDS-T yang menggunakan hulu ledak uranium untuk menghancurkan dan menjebol sasaran.amunisi tersimpan dibelakang sebuah pintu yang bisa digeser.tank ini dilindungi oleh lapisan baja tebal dengan kandungan uranium.sedangkan untuk urusan mesin, tank ini menggunakan jenis yang hampir sama dengan versi sebelumnya namun dengan pengembangan tenaga sehingga sedikit bermasalah dengan konsumsi bahan bakar.
spesifikasi :
persejataan : 1 - 120mm M256 smoothbore gun.1 - 12.7mm (0.50") AA MG.1 - 7.62mm.coaxial MG.1 -7.62mm MG on a Skate mount.6 -barreled smoke.grenade launchers L8A1
mesin : Avco Lycoming AGT 1500, multi-fuel turbine,1500 hp
kecepatan : 45 mph
daya jangkau : 300 mil
kru : 4 orang
berat : hampir 60 ton
sumber

0 komentar:

Poskan Komentar